1.
TARI PENDET
GERAKAN
Sikap dan gerak dasar tari Pendet mengacu pada sikap dan
gerak umum tari Bali yaitu tangkep, agem, dan tandang. Adapun sikap dan
geraknya adalah sebagai berikut.Gerak kaki
- Sikap berdiri. Mengambil sikap kaki kembang pada, bahu didatarkan, punggung dilengkungkan, dada ditekan ke depan sehingga kedua tulang belikat merapat, dan perut dikempiskan (dengan mengambil nafas perut secara berulang-ulang).
- Tapak Sirang Dada. Paha dan betis direnggangkan, kedua kaki mengarah keluar (serong depan) dan tumit membentuk sudut. Denga menempatkan kaki yang tepat, maka akan mendapatkan sikap yang lebih tegas.
- Ngeed (sikap jongkok menekuk). Membuka kedua paha dan betis, dengan sikap tegak lurus. Dengan menempatkan kaki seperti itu akan mendapatkan sikap yang baik pada paha, betis dan pinggul. Waktu ngeed yang bertekuk adalah lutut.
- Membuka Agem. Letak kaki tapak sirang kemeudian dibuka satu tapak, baik yang kanan maupun yang kiri, sikap ini khusus untuk tari putri, serta kaki yang tidak menyangga jarinya ditarik ke atas (nyelekenting). Dengan sikap seperti itu, jika melakukan sikap agem kanan, maka kaki kanan dibelakang kaki kiri dan begitu sebaliknya.
- Ngumbang (berjalan di tempat lambat). Mengangkat paha dan betis kanan dan kiri secara bergantian, dalam keadaan ngeed, dalam hitungan ajeg 1 sampai 8 (sesuai denga lagu pengiringnya). Pada hitungan ke empat, pangkal jari kaki yang akan diangkat diputar terlebih dahulu ke depan, kemudian diangkat, setelah itu ditaruh kembali pada posisi semula, pada hitungan ke-8 dan kaki membentuk tapak sirang kembali,
- Ngumbang/milpil/malpal (berjalan cepat). Mengangkat paha dan betis kanan dan kiri secara bergantian, dalam keadaan ngeed, dalam hitungan ajeg 1 sampai 8 tiap satu ketuk atau hitungan kaki sudah membentuk kembang pada seperti sikap kaki semula. Maksudnya, berjalan lebih cepat daripada berjalan biasa.
- Ngider (berputar). Sikap kaki dalam keadaan ngagem, kemudian kaki yang di belakang diangkat sedikit, lalu berputar ke arah kanan belakang, yang mana kaki yang di depan mengikuti kaki yang dibelakang sama-sama bergeser (nyeregseg) sampai 360o sehingga arah hadap kembali ke depan dalam keadaan sikap (agem) yang berlawanan.
Pola Gerakan Tari Pendet
•
Ngumbang luk
penyalin, berjalan ke muka belok kanan kiri dan ngentrag.
•
Duduk bersimpuh
mengambil bunga lalu menyembah dengan manganjali.
•
Leher ngilek ke
samping kanan seraya nyeledet (gerakan ini dilakukan 3x berturut-turut).
•
Ngagem kanan
disertai luk nerudut dan nyeledet ke kiri.
•
Ngenjet gerak
peralihan untuk perpindah dan menjadi agem kanan.
•
Ngotag pinggang
bertukar tempat dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
Ø PERKEMBANGAN
TARI PENDET
1950
Tari Pendet disepakati lahir. Tari Pendet tetap mengandung anasir
sakral-religius dengan menyertakan muatan-muatan keagamaan yang kental.
1961
I Wayan Beratha mengolah kembali tari pendet tersebut dengan pola seperti
sekarang, termasuk menambahkan jumlah penarinya menjadi lima orang. Berselang
setahun kemudian, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menciptakan tari pendet
massal dengan jumlah penari tidak kurang dari 800 orang, untuk ditampilkan
dalam upacara pembukaan Asian Games di Jakarta.
1967.
Koreografer bentuk modern Tari Pendet.
Pencipta
atau koreografer bentuk modern tari Pendet ini adalah I Wayan Rindi (?-1967),
merupakan penari yang dikenal luas sebagai penekun seni tari dengan kemampuan
menggubah tari dan melestarikan seni tari Bali melalui pembelajaran pada
generasi penerusnya. Semasa hidupnya ia aktif mengajarkan beragam tari Bali,
termasuk tari Pendet kepada keturunan keluarganya maupun di luar lingkungan
keluarganya.
Ø FUNGSI
TARI PENDET
Pada jaman dahulu tari Pendet merupakan
tarian Pura yang fungsinya untuk memuja para dewa-dewi yang berdiam di Pura
selama upacara odalan berlangsung (Kusmayati dkk ,2003:78). Seiring dengan
perkembangan jaman,kebutuhan akan hiburan semakin banyak diperlukan oleh
sebagian besar masyarakat Bali, sehingga sekarang Pendet beralih fungsi menjadi
tari hiburan atau tari penyambutan. Sebaga tari penyambutan, Pendet difungsikan
untuk menyabut kedatangan tamu atau sering disebut dengan istilah tarian
selamat datang. Ungkapan kegembira an, kebahagiaan, dan rasa syukur diwujudkan
melalui gerak-gerak yang lembut dan indah


Komentar
Posting Komentar