Kerinduan yang
merindu
Satu satu aku sayang ibu..
Dua dua aku sayang ayah..
Tiga tiga sayang adik kakak..
Satu.. dua.. tiga.. sayang semua
nya...
Terlihat
begitu sempurna tak ada beban diantara mereka, setiap hari hanya ada canda dan
tawa, di sebuah rumah yang terletak
dijalan mawar nomor 13 jakarta timur ini yang menjadi saksi kebahagian
tersebut..
“lala..”
panggil seorang ibu, tampak nya ibu cantik ini yang bernyanyi bersama putri nya
tadi..
“hayoo.
Jangan ngumpet jauh jauh dong, nanti ibu susah nemuin nya”lagi lagi suara
keluar dari mulut ibu yang nampak cantik ini..
“bhahhha”terlihat
muncul gadis kecil yang mengenakan pita merah dan mengendong sebuah boneka
kecil. “lala, ngagetin aja” ohh rupa nya lala tersebut adalah putri nya.
Panggil saja ibu cantik ini sebagai bunda sofy.
“bunda
aku lapar”lala
“oh
anak bunda yang cantik ini laper??”sofy
“aku
mau makan dengan ayam goreng dan sayur asam masakan bunda??”
“okee?
Ayo ikut bunda masuk, kita makan bersama”sofy
Terlihat
sekali keakraban mereka. “assalamuailaikum” muncul seorang pemuda yang lebih
tepat nya seorang ayah muda yang gagah dengan menggunakan jas hitam masuk
kedalam ruang makan..
“ayaaahhh?”sambut
putri kecil nya yang langsung memeluk erat laki laki tersebut
“wah,
kalian ini makan ga nungguin ayah?”sebut saja laki laki tersebut dengan yudha.
“huuu,
ayah saja masih kerja, masak aku sudah laper di suruh tahan?”lala
“ya
kan berkorban sedikit untuk ayah ga papa kan?”yudha, sofy hanya geleng geleng
melihat putri dan suami nya ini.
“sudah,
putri lanjut makanya, jangan ngobrol terus”sofy
“kan
lihat saja bunda mu,tidak bisa melihat ayah senang langsung di ganggu”yudha
“sofy
lalu melayangkan cubitan di pingga suami nya itu “enak saja, kau ini yang ga
tau tempat kapan buat bermain.! Lala kan lagi makan!!”sofy, “bilang saja kau
sirik:P”yudha.
...
Kini
tubuh manis lala sudah berada diatas ranjang kecil nya, dengan di sekelilingi
di penuhi oleh hiasan hello kitty dan serba warna pink, putri dari pasangan
yudha dan sofy yangsudah berumur enam tahun ini memang sangat menyukai warna
pink.
“Dan kini putri pun hidup bahagia dengan pangeran... selesai”
“Nah
sekarang lala tidur ya? Udah malem kan besok pertama kali lala sekolah?”sofy
“iya
bunda, good nigth ya?”lala
“good
nigth juga ayah”lala
Kedua
suami istri ini mencium pipi kiri pipi kanan lala.
.....
Sang
surya yang penuh jasa menyinari dunia kini pun berjasa untuk membangun kan
gadis remaja ini, “bundaaaaa”suara nyaring gadis itu menggretakan kaca kaca
jendela yang beku oleh dingin nya angin pagi. “kapan, kapan bunda aku bisa
menikmati suasana yang indah dulu?? Semenjak bunda meninggal semua nya
berubah”bulir bulir bening terjatuh di bantal putih tersebut, lalu tbtb tangan
gadis ini menjalar kemeja yang ada di samping ranjang nya, mencari sebuah
benda, “happ dapat”ternyata yang ia cari adalah sebuah handphone. Saat ia
mengecheck hp nya terlihat banyak sekali sms masuk ,tapi ia tak menghiraukan
nya. Gadis bernama lala andriani yudhabrata ini pergi ke kamar mandi.
Tak
terlihat lagi wajah saat gadis ini bangun tidur tadi, “lalaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!
Cepat keluar!”suara menyeramkan yang setiap hari terngiang di telinga lala pun
kini kembali memanggil, “iyaa bu, sebentar” buruburu sekali lala mengambil tas
selempang nya dan pergi turun menuju sumber suara.
“lama
sekali kamu bangun?”
“lala
kan mandi dulu segala, lagi pula untuk apa ibu memanggil ku?”lala
“kamu
ini, sampe kapan saya bilang jangan menjawab omongan saya!!”
“maaf
bu”lala
“sudah
sana kamu masak buat saya dan shinta sarapan”
“tapi
lala kan mau sekolah?”lala
“shinta
aja masih dikamar?! Sudah cepet sana” wanita ini adalah ibu tiri lala, sudah
empat tahun ia menjadi nyonya di rumah ini, semenjak bunda nya lala meninggal
lima tahun lalu karena menderita leukimia. Kini gadis berumur enam belas tahun
ini sedang memasak dengan lihai nya
memasak nasi goreng....
“taraaa,
nasi goreng ala chef lala sudah siap di
santap” ujar lala dalam hati
Kini
tak ada masalah lagi, iya harus cepatcepat pergi ke sekolah karena hari ini ia
ada ulangan harian sejarah. Ia harus kerja keras untuk berebut bangku angkutan,
berdesakan dengan penumpang yang lain itu sudah tradisi yang lala lakukan kalau
mencari angkutan, bahkan berpanasan melawan terik nya panas matahari yang
menyengat kulit putih nya ini sudah tak ia hirau kan lagi. Kemana ayah yudha
yang dulu begitu menyayangi lala? Yang selalu bermain bersama?? Yang selalu
mencium pipi lala saat pagi hari?? Kini kebiasaan tersebut sudah tak pernah
tampak lagi, karena kesibukan tuan yudha ia harus berangkat pagi sebelum ketemu
lala di meja makan.
Semenjak
bunda nya meninggal lala menjadi lebih mandiri.. dan kehidupan nya berubah
99,9%
Komentar
Posting Komentar