“lala
tunggu........” panggil seseorang di dalam kerumunan anak sekolah yang
berebutan angkutan.lala menyadari panggilan tersebut dan ia membalas panggilan
tersebut “hay...... cepat kemari”lala, “kau sudah lama menunggu?”tanya seorang
gadis seumuran lala “tidak, barusaja aku hampir tidak mendapat kan tumpangan
garagara menunggu mu”lala, “ya aku minta maaf kau tau sendiri kalau pagi begini
aku ngapain saja” sebut saja gadis ini bella teman sejak lala masuk sma, sejak
masa orientasi tersebut mereka memulai pertemanan sampai mereka menjadi
sahabat. Semua yang lala alami di kehidupan nya mengkin hampir semua nya sudah
bella rasakan begitu sebalik nya.
aku harap kamu
menganggap ku lebih dari seorang sahabat la, aku memang berharap lebih dari mu,
tapi memang aku tidak bisa lagi menghapus rasaini.
Kalimat
itu yang menyambut lala pagi ini, sesak nafas mungkin terjadi saat lala membaca
surat yang ia temuakAn di meja nya, tak
habis pikir dengan sahabat nya bastian yang diam diam menyimpan rasa
untuk nya, padahal bastian tau bahwa lala sudah menyukai cowok lain jauh
sebelum bastian mengutarakan isi hati nya. Sedikit salah lala merasa bersalah
bahwa ia tak bisa menerima hati dari bastian cowok tampan itu, dengan tubuh
tinggi semampai dan pemain basket ini.
“ada
apala?”tanya bella
“ini
kau lihat saja sendiri”perintah lala kepada bella. Dengan kepo nya bella
membaca ekspresi nya mulai terlihat saat menbaca bagian terakhir
aku harap kamu
menganggap ku lebih dari seorang sahabat la, aku memang berharap lebih dari mu,
tapi memang aku tidak bisa lagi menghapus rasaini.
“whattt??
serious?”bella
“i
dont know? But i think really”lala
“kalau
gitu apa yang bakalan kamu lakukan la?”bella
“tak
tau?”lala, memang saat ini lala tak bisa berfikir jernih, pikiran nya hanya di
selimuti pengutaraan isi hati bastian yang tak bisa lala balas
Komentar
Posting Komentar