A. Latar Belakang Masalah TANAMAN KANGKUNG
Pada pertumbuhan tanaman, ada tanaman yang tumbuh subur, ada tanaman yang tumbuh tetapi kemudian membusuk, bahkan ada yang tidak tumbuh sama sekali lalu membusuk. Semua pertumbuhan tanaman-tanaman itu berbeda karena faktor yang diterima masing-masing tanaman berbeda.
Pada dasarnya, makhluk hidup, baik manusia maupun hewan memerlukan makanan untuk tumbuh dan berkembang biak. Begitu pula dengan tanaman, tanaman memerlukan makanan untuk tumbuh dan berkembang biak. Tanaman mengambil makanan dari sekitarnya, seperti unsur hara dari media tanamnya. Namun, kita tidak tahu media mana yang cocok untuk tanaman tertentu, seperti kangkung.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, muncul permasalahan, yaitu
1. Bagaimanakah kadar nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kangkung?
2. Media apakah yang cocok untuk kangkung agar tumbuh subur?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini berujuan :
1. untuk mengetahui kadar nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kangkung.
2. untuk mengetahui media yang cocok untuk menanam kangkung.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Mempermudah siswa yang akan melakukan praktek menanam kangkung.
2. Memperbesar persentase keberhasilan menanam kangkung.
3. Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau.
4. Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian.
5. Sebagai media pembelajaran mengenai pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau bagi pembaca;
6. Sebagai media tambahan untuk proses pembelajaran.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori
Dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman kangkung, kangkung menyerap unsur hara yang terkandung di media tanamnya untuk tumbuh subur. Dasar teori yang kami gunakan adalah teori totipotensi yang ditulis oleh Schleiden dan Schwann . Mereka menyatakan bahwa teori totipotensi adalah bagian tanaman yang hidup mempunyai totipotensi, kalau dibudidayakan di dalam media yang sesuai, akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang subur.
B. Hipotesis
Berdasarkan dasar teori di atas, diperoleh hipotesis sebagai berikut.
H0 : media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.
H1 : media tanam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.
Klasifikasi Ilmiah Kangkung
Kerajaan : Plantae
Divisi : MagnolioPhyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Spesies : L. aquatic
Kangkung, juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. merupakan sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan di tanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.
Ada dua bentuk kangkung. Kangkung mempunyai daun yang licin dan berbentuk mata panah, sepanjang 5-6 inci. Tumbuhan ini memiliki batang yang menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal daun. Tumbuhan ini bewarna hijau pucat dan menghasilkan bunga bewarna putih, yang menghasilkan kantung yang mengandung empat biji benih. Terdapat juga jenis daun lebar dan daun tirus.
BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Untuk membuktikan hipotesis yang telah kami buat, kami membuat penelitian sederhana dengan :
· menanam benih kangkung pada 4 media yang berbeda, yaitu tanah, kompos, sekam, dan air.
· terdapat 5 butir benih kangkung di setiap media tanam.
· semua benih kangkung disiram teratur dengan jumlah yang sama. (kecuali yang menggunakan media tanam air)
· letakkan di luar ruangan agar mendapat sinar matahari langsung.
· pertumbuhan benih kami ukur dan catat selama 6 hari.
Berdasarkan rancangan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa :
Variabel terikat dari penelitian ini adalah :
· benih kangkung
· penyiraman teratur dengan jumlah yang sama
· sinar matahari langsung yang diterima benih
Variabel terkontrol dari penelitian ini adalah :
· pertumbuhan tinggi kangkung
· jumlah daun
· panjang daun
· lebar daun
Variabel bebas dari penelitian ini adalah media tanam.
B. Alat dan Bahan
Alat yang diperlukan untuk melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut.
· Benih kangkung
· Media yang digunakan (tanah, kompos, sekam, dan air)
· Tempat menanam
· Penggaris
· Alat tulis untuk mengumpulkan data
· Alat penyiram
C. Cara Kerja
Berikut langkah-langkah yang kami lakukan dalam melakukan percobaan.
1. Rendam 5 butir benih di dalam air biasa selama 30 detik.
2. Campur kompos dengan sedikit tanah. (untuk media tanam kompos)
3. Siapkan tempat menanam.
4. Masukkan media tanam ke dalam tempat menanam. (untuk media tanam tanah, kompos, dan sekam)
5. Tuang air ke dalam tempat menanam. (untuk media tanam air)
6. Buat lubang di media tanam sekitar 2 sampai 3 cm. (untuk media tanam tanah dan kompos)
7. Letakkan benih di lubang dan ratakan/tutup lubang. (untuk media tanam tanah dan kompos)
8. Letakkan benih di atas media tanam. (untuk media tanam sekam)
9. Letakkan benih di dasar tempat menanam. (untuk media tanam air)
10. Tutup dengan tisu. (untuk media tanam tanah, kompos, dan sekam)
11. Letakkan tempat menanam di tempat yang mendapat sinar matahari langsung.
12. Siram benih 2 kali sehari.
13. Amati dan catat perkembangan dan pertumbuhan benih.
Komentar
Posting Komentar