Langsung ke konten utama

Cerpen - Hujan

       Saat hujan pertama di bulan Oktober ku menunggu dengan hati yang menunjukan kebahagian, sebulan penuh diriku menunggu tiba nya hujan di oktober, begitu sulit bagiku untuk melihat titik air jatuh di atas telapak tangan ku. begitu buram nya penglihatan untuk mencari titik warna pelangi di langit, kuat nya cahaya matahari yang membuat bola mata memutar dengan cepat menghindar dari cahaya itu. bagaimana tidak senyum ku mengembang lebar saat menyaksikan hujan turun disaat aku berada di lantai dua sekolah ku yaps! tepat nya di koridor kelas ku yang sederhana ini.

      "hey lihat nita hujan yang beberapa bulan aku tunggu akhir nya turun juga, aku senang sekali pasti bunga bunga di rumah ku begitu bahagia"kata ku kepada nita teman seperjuangan ku di sekolah, "wahh iya put aku juga senang, akhir nya musim berganti. aku akhir nya lega tak perlu lagi aku mengeluarkan tenaga ku setiap kali bangun pagi, yang harus menimba air di sumur"ditutur nita, "musim kemarau tahun ini memang begitu menakutkan, sulit sekali dilewati biasa nya aku tidak begitu khawatir dengan musim kemarau namun di tahun ini aku harus lebih prihatin untuk membuang air, air yang terbuang harus benar benar di buang karena hal yang begitu penting"jelasku

     Ku ayun kan kaki di jalan setapak menuju rumah ku, terkadang aku harus melompat untuk menghindari lubang yang tergenangi air hujan siang ini, "Hey!! hati hati dong kalau bawa sepeda"pekik ku saat seragam putih abu abu ku terkena cipratan kubangan, "siapa suruh berjalan di dekat kubangan, gua kan gak tau kalau ada mahluk kayak lo disitu?"jawab lelaki ceroboh yang membuat seragam ku kotor, "maksud mu apa mahluk - mahluk? mata mu picek tidak melihat ada manusia yang sedang berjalan di sini?"balas ku, "oke oke aku minta maaf kalau begitu aku pergi dulu,, dahhhh"teriak anak laki - laki yang menurut ku sebaya dengan ku. kalau di perhatikan dari seragam nya anak laki laki itu berasal dari sekolah bina insani, tetangga nya sekolah ku yaitu sma nusantara 2.
       Tampak nya aku kedatangan tetangga baru di komplek rumah, seperti nya tetangga baru ku ini orang yang berada sebab rumah yang dipindahi nya ini mewah sekali. "assalamualaikum, ma?" nampak nya tidak ada penghuni dirumah, salam ku di angguri seperti ini. *ceklek "astaga pintu depan nya gak di kunci, sekarang ini musim maling dimana mana ada maling. untung gue cepet pulang hemm"omel ku seorang diri

       Hujan nampak nya begitu bersahabat dengan diriku, di tengah tengah perasaan ku yang gundah gulana karena seorang laki laki yang meninggalkan ku nampak hujan yang datang menghiburku. Ditemani secangkir cappucino hangat dan setoples keripik singkong pedas kesukaan ku, malam ini kuhabis kan dengan mereka. Nampak sekalai diri nya sudah bosan dengan ku yang di perjelas dengan pesan terakhir nya saat setelah ia meminta putus dengan ku malam ini. Rino kau laki laki brengsek yang pernah aku temui disaat aku menyayangi mu kenapa kau malah jalan dengan teman ku?. kesal di hati ku, perih di perasaan ku, getir sekali saat pikiran ku membaca pesan terakhir nya yang meminta aku melupakan nya, *Toktoktok "siapa sih malam malam begini menggedur pintu, sudah itu hujan deras lagi diluar" aku melangkah mendekati jendela memastikan siapa yang mengetuk pintu saat ini, siapa tau itu orang jahat aku kan bisa berancang ancang membela diri. nampak samar samar ada seseorang laki laki memakai kupluk yang membelakangi pintu. Aku sudah bersiap dengan payung yang ku sembunyikan di belakang tubuh ku. *Ceklek  "anda siapa?"tanya ku, seperti di sambar badai, laki laki ini menghipnotis mata ku dengan karisma nya "ohm aku langit tetangga sebelah yang baru" oh tuhan tampan sekali laki laki ini walau pun wajah nya tak terlihat begitu jelas akiba gelap nya malam dan deras nya hujan. "aku putri, salam kenal"aku membalas uluran tangan nya "ini kue dari mama ku sebagai tanda perkenalan dan sillahturahmi" setoples kue kering di ulurkan nya kepada diriku. aku menerima nya dengan senang hati, namun belum sempat aku mengucapkan kata terima kasih laki laki itu sudah berlari keluar pagar rumah. mungkin akibat aku yang melamun terlalu lama sambil menatap setoples kue kering aaaahhhhhhh memalukan sekali....

        seperti biasa pukul tujuh kurang lima belas menit aku sudah sampai di sekolah. teman di sebelah ku erena sudah datang lebih dulu dari ku. ku sapa semua teman teman sekelas. seperti sudah bagian dari kebiasaan setiap ada pr pasti di selesai kan pagi hari saat kelas belum dimulai.
"selamat pagi anak anak"sapa pak agus guru matematika ku. "pagi pakkkkkkk"jawab seisi kelas termasuk aku. tiba tiba saat sang guru sedang ingin memulai materi pertama yang di berikan hari ini ada seseorang yang masuk tampak nya ia siswa baru disini, wajah nya tidak asing menurut ku seperti pernah ku lihat tapi entah dimana aku bertemu dengan orang itu. memori ku berputar mencari titik temu dimana kah aku pernah bertemu dengan nya "ahhh aku ingat!!" teriak ku, seisi kelas menoleh menatap ku heran. "kamu kenapa put? obat habis ya"celetuk bagas teman sekelas yang begitu jail di kelas ku. "sudah, coba diam sebentar ada teman baru mu yang ingin berkenalan dengan kita"perintah pak agus "assalamualaikum, hai semua nya. nama ku langit pindahan dari jogja. salam kenal semua nya" ha nama nya langit, oh iya (dengan nada semangat) dia kan yang semalam memberikan setoples kue kerumah, oh my god dia ingat tidak ya dengan ku
langit duduk di samping bagas tepat di sebelah kanan ku, hari ini aku tak sedikit pun konsen terhadap materi yang diberikan guru guru, aku hanya menghabiskan waktu untuk mencuri curi pandang wajah langit.

hingga kini hampir dua minggu aku kenal, bertetangga dan sekelas dengan langit tak sekalipun aku bertegur sapa secara santai. mungkin hanya sekedar bertanya saat dikelas saja.
hari ini minggu pagi, berniat untuk car free day dengan teman sekelas akhir nya di gagalkan oleh hujan deras pagi ini. "putri tolong antar kan bubur ini ke tetangga baru kita"perintah mami dari dapur "yahh ini kan lagi hujan mi males ahh mager"tolak ku tak mau "kamu kalau di suru tu mau dikit kenapa, udah sana anterin siapa tau kamu kecantol anak cowok sebelah"perintah mami "oh iya ya mi kan ada si langit langit itu mi, mana mi sini sini aku anterin"jawab ku "udah nih, oh ya jangan lupa pake payung nya" "sipo mi"

tokk tokkk... dengan sangat halus pintu itu terbuka, "iya, siapa ya?" tanya perempuan seumuran mami
"aku tante putri tetanggga sebelah"jawab ku dengan sopan. "ohh anak nya jeng ami ya?"tanya perempuan tersebut "wah iya tante, emm ini te aku mau nganterin bubur dari mami" "wah makasih ya, silahkan masuk dulu skalian di tunggu tempat bubur nya" aku pun masuk, sekalian memperhatikan isi dalam rumah ini dan siapa tau ketemu langit

"silahkan di minum dulu teh nya, kan enak hujan hujan begini"tawar tante lusi "iya tante makasih sudah ngerepotin pake di buatkan minum segala" "gak papa, denger denger kamu sekelas dengan ilham ya?" ilham ? perasaan dikelas gak ada yang nama nya ilham, lagian anak nya tante ini yang sekelas sama gue kan cuman si langit mana ada ilham "wah ilham te? aku cuman sekelas sama langit kayak nya"jawab ku heran "langit bukan nya di sma Bina Insani ya put, nah itu si langit sama ilham baru dateng" wah gue bener bener bingung, disini ada dua cowok yang ganteng dn cool nya sama sama mirip "loh kok ada dua?"tanya ku keheranan "emm kayak nya kamu salah sangka, sebaik nya langit ilham ceritain deh"perintah tante,,,

"jadi gini put gue sama kak rezza emang itu emang punya nama yang hampir sama kalau gue nama nya muhammad ilham langitya kalau kak rezza nama nya muhammad rezza langityo nah muka gua sama kak rezza emang hampir sama karena kita berdua cuman beda setahun aja ibarat kan anak kembar lah"jelas langit alis ilham ini "oh jadi gitu, pantes aja waktu pertama kali lo masuk kelas kok mirip banget sama anak bina insani terus yang kerumah gue hujan hujan tempo hari" nah kalo yang hujan hujan kerumah lo waktu itu dan pake baju bina insani emang kak rezza put, bukan gue"jelas ilham, jadi sekarang gue ngerti dan tau beda nya ilham dan masa rezza.........

Hampir tiga bulan gue deket sama ilham dan rezza, mereka care banget sama gue katanya sih mereka udah nganggep gue adek nya sama kayak mereka ke tiara adek perempuan mereka satu satu nya. tapi aneh nya gue sedikit rakus, soal nya gue sedikit ada rasa sama rezza wkwkwk. tapi enggak ada yang tau selain sahabat gue nita. hari ini gue udah janjian sama rezza, ilham dan tiara ke bioskop, karena tetanggaan kita berangkat bareng naik mobil gue, ni mobil baru dong hadiah dari papi warna putih hitam kesukaan gue banget. awal nya kita mau makan dulu tapi karena waktu sudah mepet akhir nya kita nonton lebih dulu
mungkin jodoh dari tuhan, gue kebagian kursi deket rezza duduk deket rezza sambil nonton itu rasa nya....... kehabisan oksigen terus terbang ke angkasa AAAAAAAAAAA<3
dari awal nonton sampe film nya habis gue gak fokus ngeliat film nya tapi cuman mikirin rezza semata.
setiap hari aku atau pun ilham selalu bareng bareng, sampe sampe mami ngira kalau aku itu pacaran sama ilham, di kelas juga gak jauh beda dengan perkiraan mami. sempet waktu aku ulang tahun satu kelas nyuruh ilham buat nembak aku. tapi aku berusaha buat ngejelasin ke anak satu kelas kalau ilham itu udah nganggep aku sahabat nya. setiap kali hujan aku bingung selalu ada perasaan penantian, ada perasaan berharap lebih,ada rasa takut kalau bakal di kecewain. dan macam macam rasa yang aku rasain kalau lagi hujan. kayak gini nih lagi ujan diem di balkon sambil flashback waktu pertama kali ketemu kak rezza di jalan dan di teras rumah........

sekitar dua mingguan ini aku udah jarang banget main sama sama rezza dan ilham, di sekolah juga aku sudah sangat jarang ngobrol dengan ilham, semua nya sudah berbeda sekali menurut ku, tak tau mengapa tiba tiba begini. awal nya ilham yang pergi ke bandung, semenjak itu dia menjadi pendiam terhadap ku. Rezza juga sudah jarang kelihatan, tiga hari berturut turut aku berkunjung kerumah nya namun, dia tak ada di rumah, ilham dan tiara juga kalau di ajak main udah males males gitu. si tiara sih biasa aja gak ada yang berubah, malah semenjak diem dieman itu aku jadi makin dekat ke dia nya, soal nya aku sering tanya tanya tentang rezza ke dia..

Hari ini aku dan tiara akan pergi ke green cafe, caffe ini sudah menjadi tempat tongkrongan aku dan tiara bukan hanya tiara sih tapi ilham dan rezza juga. bahkan anak anak di kelas ku juga sering berkunjung ke caffe ini. tak ada hujan tiara memberikan dresscode putih. menurut ku sih tak ada masalah. namun baru ku ingat aku hanya memiliki dua kaos putih dan dua kemeja putih. kaos kaos ku itu tak tau kemana jadi aku mengurungkan untuk emakai kaos. akhir nya aku memilih untuk memakai kemeja putih bercorak hitam dengan bawahan jeans berwarna biru dongker.. yang sedikit sobek sobek, kemeja itu tak ku kancing ku biarkan terbuka dengan baju dalaman nya kaos berwarna hitam. aku biasa menggunakan sneakers jadi ku pilih sneakers yang paling cocok dengan pakaian ku hari ini. yah vans warna biru kebiruan itu sneakers pilihan ku, dengan tasjinjing berwarna yang senada. ku pacu jazz kesayangan ku menuju caffe tersebut. aku dan tiara memang sudah janji kalau tidak akan pergi bersama ke caffe tersebut, karena alasan ku yang tak ingin bertemu dengan ilham dan rezza. tak tau mengapa akhir akhir ini aku merasa sedikit menjadi jamur saja di antara mereka berdua...

akhir nya sampai lah di caffe tujuan, tapi nampak sepi caffe tersebut, aku mencari tempat parkir yang paling terdekat... dannn.............


next part...!<3

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Sangiran

               BAB I PENDAHULUAN      A.    Latar Belakang Masalah Pengertian museum. Museum berasal dari kata Latin “ mouseion ”, yaitu kuil untuk Sembilan Dewi Muses, anak Dewa Zeus yang tugas utamanya adalah menghibur. Jadi museum merujuk pada perbuatan atau sesuatu yang membuat orang lain gembira. Museum digunakan untuk menyebut lembaga yang menyimpan dan memelihara koleksi benda-benda seni atau benda bernilai sejarah dan ilmu pengetahuan. Koleksi museum ditampilkan untuk pembelajaran dan kesenangan masyarakat. Museum adalah tempat yang paling ideal sebagai wadah kegiatan “ edutainment ” ( education = pendidikan sekaligus entertainment = hiburan). Seorang ahli museologi George dan Sherrell-Leo (1989), menyatakan bahwa museum yang baik seharusnya dapat menjadi pintu gerbang bagi umat manusia untuk memasuki dunia luar kita, museum juga harus dapat menarik, menghibur dan merangsang keingintahuan dan pertanyaan-...

Tari Sigeh Penguten

1.      Tari Sigeh Penguten Tari sembah Sigeh Penguten adalah tari tradisional indonesia yang berasal dari provinsi lampung. Tarian ini pada awalnya bernama tari sembah. Namun terlalu begitu banyak jenis tarian sembah, maka untuk membedakannya kemudian di bakukan menjadi tari Sigeh Penguten. Namun pada perjalanannya akhirnya di kenal dengan istilah tari sembah sigeh penguten. Tari sembah Sigeh Penguten merupakan tari adat budaya lampung yang berasal dari suku Pepadun. Semula tarian ini di persembahkan  untuk menyambut kedatangan para raja dan tamu-tamu istimewa. Sebagai cara menunjukan keramahan dan penghormatan. Mungkin karena hal ini kemudian tari sembah sigeh penguten identik sebagai tari penyambutan. Selain diperagakan diupacara-upacara adat serta upacara penyambutan tamu agung, tari sembah juga sering di peragakan di acara pernikahan adat Lampung, fungsinya tetap sama yaitu sebagai upacara penyambutan untuk para tamu ytari sigeh pengutenang had...

What a hand lettering

Welcome my blog guys.. Setelah sekian lama vakum didunia perblog-an, akhirnya this is my firts post:) Kali ini aku mau bahas mengenai handlettering. Kalian pasti sudah tau apa itu hand lettering, because sudah banyak blogger atau para lettering lain memperkenalkan seni menulis indah ini. Akhir akhir ini aku lagi suka buat tulisan indah dan draw water colour guys. You know handlettering?  Hand lettering is beautiful write with tehnic. It's my drawing, mungkin belum pro tapi sudah lumayan hmm.. Ini hanya beberapa foto dari gambar gambar ku yang lain. Thank for reading my write guys. See u next blog