tTeori atom Dalton (1808 M)
Berdasarkan berbagai
penemuan pada masa itu, John Dalton merumuskan teori atom yang pertama sekitar
tahun 1803-1807, yang kita kenal sebagai teori atom Dalton. Berikut adalah
postulat-postulat dalam teori atom Dalton.
1. Setiap unsur terdiri atas partikel yang sudah tak terbagi yang dinamai
atom.
2. Atom-atom dari suatu unsur adalah identik. Atom-atom dari unsur yang
berbeda mempunyai sifat-sifat yang berbeda, teimasuk mempunyai massa yang
berbeda.
3. Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain, tidak
dapat dimusnahkan atau diciptakan. Reaksi kimia hanya merupakan penataan ulang
atom- atom.
4. Senyawa terbentuk ketika atom-atom dari dua jenis unsur atau lebih
bergabung dengan perbandingan tertentu.
Kelemahan dari teori atom Dalton ini, di
antaranya :
1. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi.
2. Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.
3. Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur
yang lain.
Kelebihan Atom Dalton
dapat menjelaskan dengan baik beberapa
fakta eksperimen pada masa itu, di antaranya Hukum Kekekalan Massa dan Hukum
Perbandingan Tetap dengan baik.
Model Atom Rutherford
Pada tahun 1910, Ernest
Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden,
melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui lebih banyak tentang susunan
atom. Mereka menembaki lempeng emas yang sangat tipis dengan partikel sinar alfa
berenergi tinggi.
Mereka menemukan bahwa
sebagian besar partikel alfa dapat menembus lempeng emas tanpa pembelokkan
berarti, seolah-olah lempeng emas itu tidak ada. Akan tetapi, kemudian mereka
menemukan bahwa sebagian kecil dari partikel alfa mengalami pembelokan yang
cukup besar, bahkan di antaranya dipantulkan.
Adanya partikel alfa
yang terpantul mengejutkan Rutherford. Partikel alfa yang terpantul itu
pastilah telah menabrak sesuatu yang sangat padat dalam atom. Fakta ini tidak
sesuai dengan model yang dikemukakan oleh J. J Thomson, dimana atom digambarkan
bersifat homogen pada seluruh bagiannya.
Pada tahun 1911,
Rutherford menjelaskan penghamburan sinar alfa dengan mengajukan
gagasan tentang inti atom. Menurut Rutherford,
sebagian besar dari massa dan muatan positif atom terkonsentrasi pada bagian
pusat atom yang selanjutnya disebut inti atom. Elektron beredar mengitari inti
pada jarak yang relatif sangat jauh. Lintasan elektron itu disebut kulit atom.
Kelemahan
pada teori atom Rutherford
tidak dapat menjelaskan elektron itu tidak
jatuh ke intinya. Menurut teori fisika klasik, gerakan elektron mengitari inti
akan disertai pemancaran energi berupa radiasi elektromagnet. Dengan demikian,
energi elektron semakin berkurang dan gerakannya melambat sehingga membentuk
lintasan spiral dan akhirnya jatuh ke inti atom.
Pengertian Teori Atom
Bohr
Model atom Bohr mengemukakan bahwa atom
terdiri dari inti berukuran sangat kecil dan bermuatan positif dikelilingi oleh
elektron bermuatan negatif yang mempunyai orbit. Inilah gambar teori model atom
Bohr. Penjelasan teori atom Bohr dapat dibaca pada sub bunyi postulat teori
atom Bohr di bawah.
Penjelasan Teori Atom Bohr
Niels Bohr mengajukan teori atom Bohr
ini pada tahun 1915. Karena model atom Bohr merupakan modifikasi (pengembangan)
dari model atom Rutherford, beberapa ahli kimia menyebutnya dengan teori atom
Rutherford-Bohr. Walaupun teori atom Bohr ini mengalami perkembangan, namun
kenyataannya model atom Bohr masih mempunyai kelemahan. Namun demikian,
beberapa poin dari model atom Bohr dapat diterima. Tidak seperti teori atom Dalton maupun teori atom Rutherford, keunggulan teori
atom Bohr dapat menjelaskan tetapan Rydberg untuk garis spektra emisi hidrogen. Itulah salah satu
kelebihan teori atom Niels Bohr.
Model atom Bohr berbentuk seperti tata surya, dengan elektron yang berada di lintasan peredaran (orbit) mengelilingi inti bermuatan positif yang ukurannya sangat kecil. Gaya gravitasi pada tata surya secara matematis dapat diilustrasikan sebagai gaya Coulomb antara nukleus (inti) yang bermuatan positif dengan elektron bermuatan negatif.
Model atom Bohr berbentuk seperti tata surya, dengan elektron yang berada di lintasan peredaran (orbit) mengelilingi inti bermuatan positif yang ukurannya sangat kecil. Gaya gravitasi pada tata surya secara matematis dapat diilustrasikan sebagai gaya Coulomb antara nukleus (inti) yang bermuatan positif dengan elektron bermuatan negatif.
Bunyi Postulat Teori Atom Bohr
Teori atom Bohr kiranya dapat dijelaskan
seperti berikut:
1. Elektron mengitari
inti atom dalam orbit-orbit tertentu yang berbentuk lingkaran. Orbit-orbit ini
sering disebut sebagai kulit-kulit elektron yang dinyatakan dengan notasi K, L,
M, N ... dst yang secara berututan sesuai dengan n = 1, 2, 3, 4 ... dst.
2. Elektron dalam tiap
orbit mempunyai energi tertentu yang makin tinggi dengan makin besarnya
lingkaran orbit atau makin besarnya harga n. Energi ini bersifat
terkuantisasi dan harga-harga yang diijinkan dinyatakan oleh harga momentum
sudut elektron yang terkuantisasi sebesar n(h/2Ï€) dengan n = 1, 2, 3, 4 ... dst.
3. Selama dalam orbitnya,
elektron tidak memancarkan energi dan dikatakan dalam keadaan stasioner.
Keberadaan elektron dalam orbit stasioner ini dipertahankan oleh gaya tarik
elektrostatik elektron oleh inti atom yang diseimbangkan oleh gaya sentrifugal
dari gerak elektron.
4. Elektron dapat
berpindah dari orbit satu ke orbit lain yang mempunyai energi lebih tinggi bila
elektron tersebut menyerap energi yang besarnya sesuai dengan perbedaan energi
antara kedua orbit yang bersangkutan, dan sebaliknya bila elektron berpindah ke
orbit yang mempunyai energi lebih rendah akan memancarkan energi radiasi yang
teramati sebagai spektrum garis yang besarnya sesuai dengan perbedaan energi
antara kedua orbit yang bersangkutan.
5. Atom dalam molekul
dikatakan dalam keadaan tingkat dasar (ground state) apabila
elektron-elektronnya menempati orbit-orbit sedemikian sehingga memberikan
energi total terendah. Dan apabila elektron-elektron menempati orbit-orbit yang
memberikan energi lebih tinggi daripada energi tingkat dasarnya dikatakan atom
dalam tingkat tereksitasi (excited state). Atom dalam keadaan dasar
lebih stabil daripada dalam keadaan tereksitasi.
Model Hidrogen Bohr
Contoh paling sederhana dari model atom
hidrogen Bohr (Z = 1) atau sebuah ion mirip hidrogen (Z > 1), yang mempunyai
elektron bermuatan negatif mengelilingi inti bermuatan positif. Energi
elektromagnetik akan diserap atau dilepaskan ketika sebuah elektron berpindah
dari lintasan satu ke lintasan lain. Jari-jari dari lintasan bertambah sebagai
n2, dimana n adalah bilangan kuantum utama. Transisi dari 3 ke 2
menghasilkan garis pertama dalam deret Balmer. Untuk hidrogen (Z = 1) akan
menghasilkan foton dengan panjang gelombang 656 nm (cahaya merah).
Kelemahan Teori Atom Bohr
Walaupun dinilai sudah revolusioner,
tetapi masih ditemukan kelemahan teori atom Bohr yaitu:
1. Melanggar asas
ketidakpastian Heisenberg karena elektron mempunyai jari-jari dan lintasan yang
telah diketahui.
2. Model atom Bohr
mempunyai nilai momentum sudut lintasan ground state yang salah.
3. Lemahnya penjelasan
tentang prediksi spektra atom yang lebih besar.
4. Tidak dapat
memprediksi intensitas relatif garis spektra.
5. Model atom Bohr tidak
dapat menjelaskan struktur garis spektra yang baik.
6. Tidak dapat
menjelaskan efek Zeeman.
Teori Atom Thomson
Teori Atom Thomson adalah salah satu teori yang
mencoba mendeskripsikan bentuk atom yaitu seperti bentuk roti kismis.
Diibaratkan sebagai roti kismis karena saat itu Thomson beranggapan bahwa atom
bermuatan positif dengan adanya elektron bermuatan negatif di sekelilingnya.
Perhatikan gambar berikut:
Pada gambar di atas, bagian berwarna oranye bermuatan positif, sedangkan berwarna hijau adalah elektron yang bermuatan negatif.
Sampai akhir abad ke-19, konsep mengenai bentuk atom masih berupa bola pejal layaknya bola biliar. Sedangkan pada tahun 1987 Joseph John Thomson secara total merubah konsep atom dengan adanya penemuan elektron yang dikenal dengan teori atom Thomson.
Dalil Thomson
Sekiranya teori atom Thomson dapat diringkas sebagai
berikut :
1. Atom berupa bola yang
bermuatan positif dengan adanya elektron yang bermuatan negatif di
sekelilingnya.
2. Muatan positif dan
negatif pada atom besarnya sama. Hal ini menjadikan atom bermuatan netral.
Suatu atom tidak mempunyai muatan positif atau negatif yang berlebihan.
Selain roti kismis, teori atom Thomson dapat
diumpamakan sebagai semangka. Daging buah yang berwarna merah melambangkan
ruang yang bermuatan positif, sedangkan biji yang tersebar di dalamnya adalah
elekton yang bermuatan negatif.
Penemuan Elektron
Elektron ditemukan oleh
J.J. Thomson melalui percobaan tabung sinar katoda. Pada saat itu, Thomson
melihat bahwa jika arus listrik melewati tabung vakum, ada semacam aliran
berkilau yang terbentuk. Thomson menemukan bahwa aliran berkilau tersebut
dibelokkan ke arah plat kutub positif. Teori atom Thomson membuktikan bahwa
aliran tersebut terbentuk dari partikel kecil dari atom dan partikel terebut
bermuatan negatif. Thomson menamai penemuan tersebut sebagai elektron.


Komentar
Posting Komentar